Judi Bola Online, Bola Online, Judi online

Agen Bola, Judi Bola, Sbobet, Agen Sbobet

Ambisi Dewi Safitri di Asian Games 2018

Lifter nasional, Dewi Safitri, akan tampil di Asian Games pertamanya pada Agustus. Dia berambisi untuk bisa meraih medali meski persaingan berat. 

Dewi merupakan satu dari 11 lifter yang disiapkan PB PABBSI menuju Asian Games 2018 Jakarta Palembang. Dia menjalani persiapan di Mess Pamen Marinir, di Jalan Kwini 2, Jakarta Pusat. JUDI BOLA

Dia juga sudah menjalani lima kali tes yang disiapkan PABBSI guna melihat progress angkat setiap atlet. Termasuk, tes yang digelar Jumat (11/5/2018).

Dari hasil tes itu, performa Dewi tak mengejutkan. Dia mencetak total angkatan terbaik 183 kg di kelas 53 kg. Dengan rincian, 76 kg angkatan snatch dan 107 angkatan clean and jerk.

Angkatan ini tidak jauh berbeda dari tes keempat di Lampung pada April. Bedanya, pada jumlah angkatan snatch dan clean and jerknya, masing-masing 75 kg dan 108 kg.

“Kalau melihat hasil-hasil tes kemarin memang saya masih kurang di angkatan snatch-nya. Saya masih ragu padahal sebenarnya bisa lebih dari itu,” kata Dewi kepada detikSport.

Dewi mengaku keraguan dirinya saat mengangkat snatch karena dia masih trauma kejadian ketiban barbel pada saat Pekan Olahraga Nasional 2012 dan mengenai bagian pinggangnya.

GABUNG SEGERA DI AGEN BOLA ONLINE TERPERCAYA, JUDI ONLINE TERPERCAYA, AGEN JUDI TERBAIK DISINI ANDA BISA LANGSUNG MENDAFTAR DENGAN KLIK LOGO JOIN DI BAWAH INI :

Penanganan yang telat alhasil dia kembali merasakan sakit pada saat Olimpiade 2016 Brasil. Rasa sakit pun mejalar ke area pinggir paha dan selalu dirasakan Dewi ketika saat tes atau latihan.

“Sebenarnya yang bagian pinggang sudah sembuh. Tapi bagian paha masih suka sakit dan akhirnya itu yang membuat saya berpikir jelek. Seperti ‘aduh, saya bisa tidak ya’. Suka begitu tidak yakin sendiri,” ungkapnya.

“Dulu itu selalu minum obat untuk menghilangkan rasa sakitnya. Tetapi sejak pulang dari Lampung kemarin, sudah enggak (minum obat) lagi. Sudah mulai dicoba dan sudah tidak terasa sakit,” tuturnya.

Kini Dewi tinggal fokus membenahi mentalnya agar lebih mantap saat bertanding nanti. Terlebih, Asian Games tahun ini merupakan yang pertama bagi dia.

“Sebenarnya saya masuk Asian Games saja sudah senang banget ya, apalagi tuan rumah. Cuma masih suka merasa ‘aduh bisa tidak ya’. Tapi test event kemarin kan saya juara cuma lawannya masih belum kelihatan di sana, tapi lumayan lah untuk menambah pede (percaya diri),” katanya.

Di kelas 53 kg, Dewi memang harus bekerja bekali kali lipat apalagi jika targetnya medali. Sebab, melihat hasil dari Kejuaraan Dunia 2017, Thailand, Turkmenistan, dan Philipina mendominasi.

Dari total angkatan yang mereka bukukan juga masih jauh dari torehan Dewi selama ini. Untuk peraih medali emas, Sopita Tanasan (Thailand) berhasil mengakat angkatan total 210 kg (96 snatch dan 114 clean and jerk).

Peraih perak, Kristina Sermetowa dari Turkmenistan, dengan total angkatan terbaiknya 204 kg (91 kg snacth dan 113 clean and jerk), dan peraih perunggu Hidilyn Diaz (Pihlipina) dengan angkatan total 199 kg.

Untuk bisa melewati ketiganya, Dewi harus bisa mencetak sedikitnya 110 untuk angkatan snatch dan 115 clean and jerk. Sementara total angkatan terbaik Dewi selama tes paling baik 184 kg. Jumlah itu diperoleh pada saat test event Asian Games 11 Februari dan tes ketiga pada 27 Maret lalu.

“Itu jika mau aman medali. Ya, insya Allah. Karena semua orang sudah mendukung, orang tua juga memotivasi saya, semoga bisa dan berusaha,” dia menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Judi Bola Online, Bola Online, Judi online © 2018 Prediksi Terbaru